Kupasmedia.co – Pelaksanaan ujian berbasis smartphone di SDN Sukabumi, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, menuai respons positif dari para siswa. Metode ini dinilai lebih praktis dan memudahkan peserta didik dalam mengerjakan soal dibandingkan sistem konvensional berbasis kertas.
Salah satu siswa kelas III, Febri, mengaku lebih menyukai ujian menggunakan ponsel. Ia menilai metode tersebut membuat proses pengerjaan soal menjadi lebih cepat dan tidak merepotkan.
“Lebih mudah pakai hp, lebih cepat selesainya dibanding pakai kertas,” ujar Febri saat diwawancarai usai pelaksanaan ujian, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, penggunaan smartphone dalam ujian memberikan pengalaman baru yang menyenangkan. Selain praktis, ia juga merasa lebih nyaman saat mengerjakan soal melalui perangkat digital.
Febri berharap sistem ujian berbasis teknologi ini dapat terus diterapkan pada semester-semester berikutnya. Ia menilai metode tersebut jauh lebih efisien dan membantu siswa dalam menyelesaikan ujian dengan baik.
Hal senada disampaikan siswa lainnya, Mafida, yang juga merasakan kemudahan selama mengikuti ujian berbasis smartphone. Ia mengaku tidak mengalami kendala berarti selama proses berlangsung.
Mafida menjelaskan, sebelum ujian dimulai, para siswa telah diberikan pembekalan oleh guru terkait cara penggunaan aplikasi yang digunakan. Hal ini membuat siswa lebih siap dan tidak kesulitan saat mengerjakan soal.
“Senang ujian pakai hp, lebih mudah dan praktis. Kami juga diajari dulu cara pakai aplikasinya, jadi tidak susah,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala SDN Sukabumi, Nurma Fadjeriyah, S.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian berbasis teknologi di sekolah yang dipimpinnya secara umum berjalan lancar.
Ia mengatakan, program ini mendapat dukungan penuh dari wali murid. Hal tersebut terlihat dari tingginya antusiasme orang tua dalam memfasilitasi anak-anak mereka dengan perangkat smartphone untuk mengikuti ujian.
Selain itu, para siswa juga terlihat antusias mengikuti ujian dengan metode baru tersebut. Mereka menilai penggunaan smartphone membuat proses ujian menjadi lebih mudah dan menarik.
Meski demikian, Nurma mengakui sempat terdapat kendala pada awal pelaksanaan, terutama terkait jaringan internet yang belum stabil.
Pihak sekolah, lanjutnya, langsung berkoordinasi dengan Komdigi untuk mengatasi persoalan tersebut. Upaya tersebut dilakukan agar pelaksanaan ujian dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Ia menambahkan, sebelumnya sekolah telah menerima bantuan berupa router untuk mendukung kelancaran jaringan. Namun demikian, peningkatan kualitas jaringan masih diperlukan agar pelaksanaan ujian berbasis teknologi ke depan semakin optimal.
“Secara keseluruhan berjalan lancar, hanya di awal ada kendala jaringan. Kami sudah berkoordinasi dengan Komdigi agar ada peningkatan jaringan supaya ke depan bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Nurma juga mengapresiasi program yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait penerapan ujian berbasis smartphone di tingkat sekolah dasar.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya mempermudah proses ujian, tetapi juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai pemanfaatan teknologi secara positif.
Ia menilai, penggunaan smartphone dalam kegiatan belajar dapat mengubah pola pikir anak-anak agar tidak hanya menggunakan perangkat tersebut untuk hiburan semata.
“Ini langkah inovatif yang sangat baik. Anak-anak jadi tahu bahwa hp tidak hanya untuk bermain game atau media sosial, tetapi juga bisa digunakan untuk belajar dan edukasi,” pungkasnya. (*).










