Kupasmedia.co – Pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Lampung Barat mencatatkan sejarah baru dengan sukses digelar menggunakan smartphone. Inovasi ini menjadi langkah awal transformasi digital di dunia pendidikan dasar yang berjalan lancar tanpa kendala berarti di lapangan.
Sejumlah sekolah dasar di Lampung Barat mulai menerapkan sistem ujian berbasis aplikasi digital sebagai bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Pelaksanaan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut mendapat respons positif dari siswa, guru, hingga orang tua.
Meski demikian, ada beberapa masukan dari wali murid yang menjadi pehatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai bagian dari upaya perbaikan agar program yang sudah berjalan bisa menjadi lebih baik lagi kedepan. Salah satu sekolah yang melaksanakan ujian berbasis smarthpone adalah SDN Sukabumi, Kecamatan Batu Brak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat, Tati Sulastri mengatakan, seluruh tahapan ujian berjalan tertib dan kondusif. Siswa mampu mengikuti ujian dengan baik menggunakan perangkat smartphone masing-masing maupun fasilitas yang disediakan sekolah, tanpa hambatan teknis yang signifikan.
Tati mengatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan UTS berbasis smartphone ini merupakan hasil dari persiapan matang yang dilakukan oleh sekolah dan dukungan berbagai pihak yang terus berkomitmen untuk membawa perubahan bagi sektor pendidikan di Bumi Sekala Bekhak.
“Alhamdulillah, pelaksanaan UTS berbasis smartphone di jenjang SD berjalan dengan baik dan lancar. Tidak ada kendala berarti yang mengganggu jalannya ujian, baik dari sisi teknis maupun kesiapan siswa,” ujar Tati saat dimintai keterangan usai meninjau pelaksanana ujian di SD N Sukabumi, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan, penerapan sistem digital ini merupakan bagian dari upaya mendorong inovasi pendidikan sekaligus memperkenalkan literasi teknologi sejak dini kepada siswa. Menurutnya, dunia pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar pembelajaran.
Lebih lanjut, Tati menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kesiapan sekolah dalam menyediakan sarana pendukung, termasuk jaringan internet yang memadai serta pendampingan guru selama pelaksanaan ujian berlangsung.
“Sekolah sudah melakukan simulasi sebelumnya, sehingga saat pelaksanaan siswa tidak mengalami kebingungan. Guru juga aktif mendampingi, sehingga semua berjalan sesuai harapan kita bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan smartphone dalam UTS juga dinilai lebih efisien dan praktis. Selain mengurangi penggunaan kertas, sistem ini mampu mempercepat proses pengerjaan dan pengumpulan hasil ujian secara real time.
Dalam pelaksanaannya, penerapan ujian berbasis aplikasi ini difokuskan pada siswa kelas 3 hingga kelas 6. Sementara itu, siswa kelas 1 dan 2 tetap melaksanakan ujian secara manual, menyesuaikan dengan tingkat usia dan kemampuan mereka.
Tati menekankan bahwa pendekatan bertahap ini penting agar siswa tidak merasa terbebani. Selain itu, metode pembelajaran dan evaluasi tetap harus disesuaikan dengan perkembangan psikologis anak.
Meski berbasis digital, pihaknya memastikan tidak ada siswa yang tertinggal. Sekolah diwajibkan menyediakan alternatif, baik berupa perangkat pinjaman maupun metode manual bagi siswa yang mengalami keterbatasan akses teknologi.
“Kami pastikan semua siswa tetap bisa mengikuti ujian. Sekolah sudah menyiapkan solusi agar tidak terjadi kesenjangan, sehingga prinsip pemerataan tetap terjaga, karena pada prinsip nya semua program yang dijalankan tentu mengutamakan aspek keadilan bagi siswa,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa, keberhasilan ini juga menunjukkan transformasi digital di sektor pendidikan dasar dapat dilakukan secara efektif jika direncanakan dengan baik dan melibatkan seluruh elemen pendidikan.
Namun demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat tetap akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan UTS berbasis smartphone ini. Hal tersebut guna memastikan sistem yang diterapkan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi siswa.
“Apa yang sudah berjalan baik tentu akan kami pertahankan, dan jika ada kekurangan akan segera diperbaiki. Ini menjadi bagian dari proses pembelajaran bersama dalam menghadapi era digital,” katanya.
Ke depan, digitalisasi pendidikan di Lampung Barat akan terus dikembangkan secara bertahap, dengan tetap memperhatikan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Tati juga mengajak seluruh pihak, termasuk orang tua siswa, untuk mendukung inovasi tersebut secara bijak. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan transformasi pendidikan.
“Ini adalah langkah awal yang baik. Kami berharap ke depan inovasi seperti ini bisa semakin berkembang, namun tetap inklusif, tidak memberatkan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak,” pungkasnya. (*).










