Kupasmedia.co – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bergerak cepat menyikapi kerusakan fasilitas pendidikan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), jajaran terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan terhadap Gedung TK Negeri 1 Sekincau yang terdampak angin puting beliung.
Peninjauan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati Sulastri, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Alexander Saputra, bersama jajaran, Bhabhinkamtibmas, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka bertujuan untuk memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus merumuskan langkah penanganan yang tepat.
Peristiwa bencana tersebut terjadi pada Kamis siang (2/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, saat hujan deras disertai angin kencang melanda Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau. Dalam waktu singkat, angin kencang yang diduga merupakan puting beliung menerjang kawasan tersebut dan menyebabkan kerusakan cukup parah.
Dampak paling signifikan terlihat pada bangunan TK Negeri 1 Sekincau, di mana sebagian besar atap ruang kelas terlepas dan rusak. Selain itu, beberapa bagian rangka atap mengalami kerusakan, sehingga mengganggu struktur bangunan secara keseluruhan.
Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati Sulastri, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan awal terkait tingkat kerusakan yang terjadi. “Dari hasil peninjauan, kerusakan yang terjadi tergolong cukup berat, terutama pada bagian atap bangunan,” ujarnya di lokasi.
Ia menjelaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat. Langkah awal yang akan dilakukan adalah pembersihan material bangunan yang rusak serta pengamanan area sekolah agar tidak membahayakan siswa.
“Kami akan mengupayakan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, bisa melalui pemanfaatan ruang sementara atau nanti kita usulkan perbaikan menggunakan anggaran tak terduga dari pemerintah daerah agar para siswa tetap bisa mendapat akses pendidikan yang baik,” tambah Tati.
Dalam peninjauan tersebut, pihak Disdikbud juga mencatat kebutuhan mendesak untuk perbaikan, termasuk penggantian rangka atap, penutup atap, serta perbaikan lain yang memang perlu dilakukan agar gedung sekolah bisa kembali digunakan dengan aman dan nyaman.
Tati Sulastri menegaskan bahwa pihaknya akan mengusulkan perbaikan melalui anggaran pemerintah daerah, baik melalui mekanisme perubahan anggaran maupun bantuan darurat. Hal ini dilakukan agar proses rehabilitasi dapat segera direalisasikan.
Di sisi lain, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan di Lampung Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Ia meminta pihak sekolah rutin memeriksa kondisi bangunan guna mengantisipasi kerusakan yang lebih besar.
Berdasarkan data sementara di lapangan, selain fasilitas pendidikan, sedikitnya delapan rumah warga di Pekon Giham Sukamaju turut mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut. Kerusakan didominasi pada bagian atap rumah yang terlepas akibat angin kencang.
Kehadiran Bhabhinkamtibmas dan tokoh masyarakat dalam peninjauan tersebut turut membantu proses pendataan serta memastikan situasi tetap kondusif pasca kejadian. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi.
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta mengambil langkah cepat guna meminimalisir dampak terhadap masyarakat, khususnya di sektor pendidikan. (*).










