Kupasmedia.co – Sebanyak 60 mahasiswa asal Kabupaten Lampung Barat mendapat kesempatan menempuh pendidikan tinggi melalui program beasiswa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat di Universitas Terbuka (UT) Lampung. Program tersebut diarahkan bukan sekadar membantu biaya pendidikan, tetapi menjadi investasi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan membuka peluang mobilitas ekonomi bagi masyarakat.
Puluhan penerima beasiswa tersebut merupakan bagian dari ratusan mahasiswa baru yang mengikuti Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) semester ganjil Tahun 2026 di Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Aaf Way Tenong, Minggu (23/8/2026). Kegiatan itu dibuka langsung Direktur UT Lampung, Dra. Sri Ismulyaty, M.Si., dan turut dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Ketua TP PKK Partinia Parosil Mabsus serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Dari seluruh mahasiswa baru yang mengikuti PKBJJ, sebanyak 60 orang tercatat sebagai penerima beasiswa yang diberikan Pemkab Lampung Barat. Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Kewirausahaan, masing-masing sebanyak 30 mahasiswa. Sementara mahasiswa lainnya mengikuti pendidikan secara mandiri.
Program beasiswa ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Lampung Barat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Pemerintah daerah melihat pendidikan sebagai salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas manusia sekaligus mendorong perubahan kondisi sosial dan ekonomi keluarga dalam jangka panjang.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan, kesempatan mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi tidak selalu dapat dirasakan seluruh masyarakat. Faktor ekonomi keluarga menjadi salah satu kendala yang membuat sebagian anak harus mengubur keinginannya untuk melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan sekolah menengah.
“Ini hal yang luar biasa. Banyak yang punya mimpi dan keinginan kuliah di perguruan tinggi tapi tidak terlaksana. Bersyukur anak-anakku semua hari ini bisa mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi,” ujar Parosil.
Menurut Parosil, pemerintah daerah sengaja mengalokasikan anggaran untuk program beasiswa karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima dalam waktu singkat. Ketika semakin banyak masyarakat Lampung Barat memiliki pendidikan tinggi, peningkatan kualitas SDM diharapkan ikut berdampak terhadap kemajuan daerah.
“Kami sengaja menggelontorkan anggaran untuk beasiswa. Ini bukan sekadar bantuan, tapi investasi jangka panjang. Ketika anak-anak Lampung Barat jadi sarjana, maka kualitas SDM kita naik, daerah kita juga ikut maju,” tegasnya.
Parosil juga menilai Universitas Terbuka menjadi pilihan yang relevan bagi masyarakat Lampung Barat karena menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh. Pola tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tetap menjalankan aktivitas lain, termasuk bekerja, sembari menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Ia meminta para penerima beasiswa tidak menjadikan status sebagai mahasiswa UT sebagai alasan untuk merasa lebih rendah dibandingkan lulusan perguruan tinggi lainnya. Menurutnya, kualitas seorang lulusan tidak ditentukan semata-mata oleh almamater, tetapi juga oleh kompetensi, kedisiplinan dan kemampuan menerapkan ilmu yang diperoleh.
“Kuliah di UT ini enak sekali dan memiliki kualitas yang tinggi. Dosennya rata-rata sudah S2. Almamater jangan menjadi sekat dengan lulusan universitas lain. Tunjukkan bahwa lulusan UT juga memiliki kompetensi yang tinggi,” pesannya.
Lebih jauh, Parosil berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut hingga menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana. Setelah itu, mereka diharapkan dapat kembali memberikan kontribusi bagi keluarga maupun daerah, sekaligus membantu memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan pendidikan.
Direktur UT Lampung Sri Ismulyaty mengapresiasi komitmen Pemkab Lampung Barat dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat melalui beasiswa UT. Ia menyebut Lampung Barat menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Lampung yang memberikan beasiswa bagi mahasiswa Universitas Terbuka.
“Kami sangat mengapresiasi program ini. Semoga ini menjadi motivasi bagi daerah lain di Provinsi Lampung. Kerja sama ini harus terus diperkuat karena pendidikan adalah investasi panjang, tidak hanya untuk individu tapi juga untuk pembangunan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SALUT Aaf Way Tenong Yeni Apriani, S.Sos., M.M., mengatakan 60 penerima beasiswa tersebut terdiri dari 30 mahasiswa PGSD dan 30 mahasiswa Kewirausahaan. Menurutnya, program tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SALUT sekaligus menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan pendidikan masyarakat.
Yeni menyebut program Satu Keluarga Satu Sarjana yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menjadi peluang bagi keluarga yang sebelumnya memiliki keterbatasan ekonomi untuk tetap memiliki harapan menyekolahkan anggota keluarganya hingga perguruan tinggi.
“Gunakan dan manfaatkan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Jadikan hari ini sebagai awal. Buktikan bahwa dari keluarga yang tidak mampu, ada secercah harapan untuk menjadi sarjana ke depan,” pesannya.
Ia menambahkan, kesempatan kuliah di UT juga menuntut mahasiswa memiliki kemandirian dan disiplin yang kuat. Melalui PKBJJ, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan sistem perkuliahan jarak jauh, tetapi juga dibekali strategi belajar mandiri berbasis teknologi agar mampu mengikuti proses pendidikan secara efektif.
Dengan program tersebut, beasiswa pendidikan di Lampung Barat diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan kepada mahasiswa. Investasi pendidikan itu ditujukan untuk melahirkan lebih banyak sarjana yang memiliki kompetensi, meningkatkan kualitas SDM daerah, serta pada akhirnya mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Lampung Barat. (*).










