Kupasmedia.co – Sebanyak 355 siswa SD dan SMP sederajat di Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, menerima bantuan tiga setel seragam sekolah gratis dari pemerintah daerah. Bantuan tersebut terdiri atas seragam putih-merah, seragam Pramuka, dan seragam batik yang diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah siswa sekaligus meringankan beban biaya yang harus ditanggung orang tua.
Pembagian seragam gratis berlangsung di SMP Negeri 1 Lumbok Seminung, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin, Kepala Dinas Pendidikan Lampung Barat Tati Sulastri, anggota DPRD Lampung Barat Nopiyadi, Nusirwan dan Bambang Dwi Saputra, serta sejumlah kepala OPD, camat, unsur TNI-Polri dan perwakilan masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk mengurangi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar pendidikan. Pemberian tiga setel seragam sekaligus dinilai lebih membantu dibandingkan jika siswa dan orang tua harus membeli sendiri setiap jenis seragam yang digunakan untuk kegiatan belajar maupun aktivitas sekolah lainnya.
Salah seorang wali murid, Suryadi, mengapresiasi bantuan yang diberikan pemerintah daerah. Menurutnya, program seragam gratis memberikan manfaat langsung bagi orang tua karena dapat mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan sekolah anak. Ia juga menilai bantuan tersebut dapat memberikan dorongan psikologis bagi siswa untuk lebih percaya diri dan bersemangat mengikuti kegiatan belajar.
“Sebagai orang tua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, khususnya Bapak Bupati, yang telah memberikan bantuan seragam gratis. Bantuan ini sangat membantu kami sebagai orang tua karena dapat meringankan beban sekaligus memotivasi anak-anak agar semakin semangat belajar di sekolah,” ujar Suryadi.
Selain persoalan seragam, Suryadi juga menyampaikan aspirasi mengenai kondisi infrastruktur jalan di wilayah Lumbok Seminung. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi terhadap sejumlah ruas jalan yang kerap tergenang air, terutama ketika hujan turun, sehingga kondisi tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun akses menuju fasilitas pendidikan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan program seragam gratis bukan merupakan program baru. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari program yang telah dijalankan pada periode pertama kepemimpinannya dan kemudian dievaluasi untuk disempurnakan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Pada pelaksanaan sebelumnya, bantuan yang diberikan berupa satu setel seragam dan tas sekolah. Namun, setelah dilakukan evaluasi dan menerima masukan dari masyarakat, pemerintah daerah memutuskan untuk memberikan tiga setel seragam kepada siswa, yakni seragam putih-merah, Pramuka dan batik.
“Program ini merupakan program lanjutan yang sudah pernah dilakukan pada periode pertama. Pada periode sebelumnya ada seragam gratis satu setel dan tas. Setelah kita evaluasi di lapangan, orang tua menginginkan seragam gratis tetap diberikan sebanyak tiga setel, yaitu putih-merah, Pramuka dan batik,” kata Parosil.
Menurut Parosil, perubahan jumlah bantuan tersebut merupakan bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menilai pemberian tiga jenis seragam lebih sesuai dengan kebutuhan siswa karena ketiganya merupakan pakaian yang digunakan dalam aktivitas sekolah. Dengan demikian, orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi seluruh kebutuhan seragam tersebut.
Namun, Parosil mengakui pembagian seragam gratis pada tahun ini mengalami keterlambatan. Kondisi tersebut disebabkan proses pengadaan dalam jumlah besar sehingga membutuhkan waktu lebih panjang untuk diselesaikan sebelum seragam dapat didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima.
“Persoalan keterlambatan pembagian karena pengadaannya cukup banyak. Tetapi saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar pembagian seragam gratis ini bisa lebih cepat,” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut, termasuk dari sisi pengadaan dan distribusi. Evaluasi diperlukan agar bantuan dapat diterima siswa sesuai waktu yang dibutuhkan dan tidak terlambat ketika siswa mulai membutuhkan perlengkapan sekolah.
Parosil menegaskan bahwa masukan dari orang tua menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyempurnaan program pemerintah. Menurutnya, program pendidikan tidak cukup hanya dirancang dari sisi pemerintah, tetapi juga perlu melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat yang menjadi penerima manfaat.
Sementara terkait persoalan jalan yang disampaikan wali murid, pemerintah daerah akan melihat kondisi dan kebutuhan di lapangan sebagai bagian dari upaya menangani persoalan infrastruktur. Pemerintah berharap berbagai program yang dijalankan dapat berjalan beriringan, baik dalam membantu kebutuhan pendidikan maupun meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas dasar.
Dengan pemberian tiga setel seragam gratis kepada 355 siswa di Lumbok Seminung, pemerintah daerah berharap beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah dapat berkurang. Program tersebut juga diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi bagi keluarga, tetapi turut mendorong siswa untuk lebih percaya diri dan bersemangat mengikuti pendidikan. (*).










