Kupasmedia.co – Sebanyak 290 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, menerima bantuan seragam sekolah gratis dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Bantuan tersebut diberikan di tengah kondisi produksi kopi masyarakat yang mengalami penurunan cukup signifikan pada tahun 2026.
Penyaluran bantuan seragam dan alat tulis tersebut dilaksanakan di SDN 1 Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, Selasa (8/9/2026). Dari total penerima bantuan, sebanyak 230 siswa merupakan pelajar SD dan 60 siswa lainnya merupakan pelajar SMP.
Masing-masing siswa penerima bantuan mendapatkan tiga setel seragam sekolah. Selain seragam, pemerintah daerah juga memberikan bantuan alat tulis untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan siswa sekaligus meringankan beban pengeluaran keluarga.
Kegiatan pembagian bantuan tersebut dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin, Anggota DPRD Lampung Barat Herpin, jajaran asisten, kepala perangkat daerah, camat, serta para dewan guru. Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan program bantuan pendidikan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Program tersebut mendapat apresiasi dari perwakilan wali murid Kecamatan Batu Brak, Gunawan. Ia menilai bantuan seragam dan alat tulis sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga yang menggantungkan pendapatan dari sektor perkebunan kopi.
Menurut Gunawan, sekitar 80 persen masyarakat di Kecamatan Batu Brak bekerja sebagai petani kopi. Namun, pada tahun ini produksi kopi mengalami penurunan sekitar 50 hingga 60 persen. Kondisi tersebut berdampak terhadap pendapatan masyarakat, sementara kebutuhan pendidikan anak tetap harus dipenuhi.
“Program ini sangat membantu dan menyelamatkan kami. 80 persen masyarakat Batu Brak petani kopi. Tahun ini produksi turun hingga 50-60 persen, sementara kebutuhan anak sekolah tetap ada,” kata Gunawan.
Ia mengatakan bantuan dari pemerintah daerah setidaknya dapat mengurangi sebagian pengeluaran keluarga untuk kebutuhan sekolah. Dengan adanya bantuan tersebut, orang tua tidak lagi harus mengalokasikan anggaran untuk membeli seragam dan buku tulis bagi anak-anak mereka.
“Setidaknya dapat mengurangi dua aitem Pak Bupati, baik baju seragam dan buku tulis. Kami tinggal memikirkan satu aitem lagi yakni sepatu,” ujarnya.
Gunawan berharap program bantuan seragam gratis tersebut dapat dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya. Selain itu, ia menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih dihadapi dunia pendidikan di wilayah tersebut, salah satunya terkait kondisi SMPN 1 Batu Brak yang membutuhkan pagar sekolah.
Menurut Gunawan, kebutuhan pagar menjadi penting karena lokasi SMPN 1 Batu Brak berbatasan langsung dengan kebun kopi milik warga. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap siswa membutuhkan perhatian lebih dari pihak sekolah, terutama dalam menjaga keamanan dan aktivitas siswa selama berada di lingkungan pendidikan.
Selain persoalan sarana sekolah, Gunawan juga mengusulkan adanya penambahan tenaga pendidik di sekolah. Ia menyebut masih terdapat guru yang harus merangkap dalam mengajar sejumlah mata pelajaran. Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.
Menanggapi permintaan tersebut, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus meminta masyarakat, khususnya para orang tua siswa, untuk tidak terburu-buru membeli seragam sekolah sebelum adanya pembagian bantuan dari pemerintah daerah. Ia menyatakan program tersebut akan menjadi komitmen pemerintah untuk dilanjutkan pada tahun berikutnya.
“Kalau Bapak Ibu suka dengan program ini ke depan kita komitmen untuk tahun depan, orang tua murid jangan dulu membelikan anaknya seragam. Ini memang akan menjadi PR Dinas Pendidikan bagaimana caranya agar pembagian seragam dilakukan lebih cepat lagi, kalau memungkinkan di bulan Agustus sudah kita bagikan,” kata Parosil.
Selain bantuan seragam dan alat tulis, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga menjalankan sejumlah program di bidang pendidikan, termasuk pemberian beasiswa. Program tersebut antara lain beasiswa kedokteran serta program Satu Keluarga Satu Sarjana yang ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan tinggi.
Untuk tahun ini, program Satu Keluarga Satu Sarjana dibuka melalui Universitas Terbuka dengan dua pilihan jurusan, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Kewirausahaan. Parosil mengajak keluarga yang belum memiliki anggota keluarga bergelar sarjana untuk memanfaatkan program tersebut sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lampung Barat. (*).










