Kupasmedia.co – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kembali menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis melalui program unggulan “Semua Bisa Sekolah”. Sebanyak 766 siswa di Kecamatan Sekincau menerima bantuan berupa tiga setel seragam sekolah yang terdiri atas seragam merah putih, seragam Pramuka, dan seragam batik. Selain seragam, para penerima juga mendapatkan bantuan buku tulis. Penyerahan bantuan tersebut dipusatkan di SMP Negeri 1 Sekincau, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat Tati Sulastri, Anggota DPRD Lampung Barat Hi. Untung dan Sumarmin, unsur TNI dan Polri, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala sekolah, wali murid, serta para siswa penerima bantuan.
Dalam kegiatan tersebut, salah satu wali murid penerima bantuan, Ahmad Ansori, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat melalui program seragam sekolah gratis. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban orang tua, terutama bagi keluarga yang harus memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan anak di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang berbeda-beda.
Ahmad mengatakan, kebutuhan perlengkapan sekolah menjadi salah satu pengeluaran yang harus dipersiapkan orang tua ketika anak memasuki tahun ajaran baru. Karena itu, bantuan tiga setel seragam sekolah dan buku tulis dinilai memberikan manfaat besar bagi keluarga penerima. Ia menyebut bantuan tersebut juga menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di Kabupaten Lampung Barat.

Menurutnya, pemberian seragam yang sama kepada seluruh siswa juga dapat mengurangi perbedaan di antara peserta didik. Anak-anak dari keluarga petani, masyarakat berpenghasilan rendah, pejabat maupun keluarga dengan kondisi ekonomi lebih baik dapat bersekolah dengan mengenakan seragam yang sama. Kondisi tersebut dinilai dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa sekaligus menciptakan suasana pendidikan yang lebih setara.
“Bantuan ini sangat meringankan beban kami sebagai wali murid. Anak-anak kami juga menjadi lebih bersemangat untuk bersekolah karena mendapatkan perlengkapan yang sama dengan teman-temannya,” ujar Ahmad dalam sambutannya. Ia berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan karena pendidikan dinilai sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang yang penting bagi masa depan anak-anak dan Kabupaten Lampung Barat.
Selain menyampaikan apresiasi atas bantuan pendidikan, Ahmad juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan air bersih. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dapat membantu masyarakat di wilayah tersebut yang masih mengalami kesulitan memperoleh air, terutama ketika musim kemarau tiba. Aspirasi itu disampaikan sebagai bentuk harapan agar kebutuhan dasar masyarakat juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Sementara itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan pemberian tiga setel seragam gratis merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan tidak ada anak yang berhenti atau tidak bersekolah hanya karena keterbatasan perlengkapan pendidikan. Menurut Parosil, pemerintah daerah sebelumnya sempat memberikan bantuan berupa seragam dan tas, namun setelah dilakukan evaluasi serta mendengarkan masukan dari orang tua, kebijakan tersebut kemudian diarahkan pada pemberian tiga setel seragam.
Parosil menjelaskan, perubahan bentuk bantuan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan pemanfaatan perlengkapan sekolah oleh para siswa. Pemerintah daerah menilai seragam merupakan kebutuhan yang lebih mendasar dan digunakan setiap hari dalam kegiatan belajar mengajar. Karena itu, bantuan diarahkan untuk memberikan tiga setel seragam sekaligus, sedangkan pada tahun ini juga ditambahkan bantuan buku tulis bagi siswa penerima.
“Program ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan. Kami ingin memastikan anak-anak Lampung Barat dapat bersekolah dengan perlengkapan yang layak dan tidak ada lagi alasan untuk tidak sekolah karena persoalan seragam,” kata Parosil.
Selain program seragam sekolah gratis, Parosil menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga menyiapkan sejumlah program pendidikan lainnya. Di antaranya beasiswa untuk bidang kedokteran, seni budaya, bahasa daerah, pendidikan guru sekolah dasar, serta program kewirausahaan yang ditujukan bagi keluarga yang belum memiliki anggota keluarga bergelar sarjana. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Lampung Barat untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Parosil juga menyampaikan program kerja sama dengan Kementerian Perhubungan melalui Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Program tersebut merupakan pendidikan kedinasan yang diperuntukkan bagi putra-putri Lampung Barat yang memenuhi persyaratan. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat telah menjalin nota kesepahaman dengan Kementerian Perhubungan dan berharap lulusan program tersebut nantinya dapat berkontribusi dalam pembangunan sektor transportasi di daerah.
Ia mengajak para orang tua, kepala sekolah, guru dan komite sekolah untuk menyampaikan informasi mengenai program STTD kepada siswa lulusan SMA, SMK maupun Madrasah Aliyah yang memiliki kemampuan dan berminat melanjutkan pendidikan di bidang transportasi. Menurutnya, kesempatan tersebut terbuka bagi masyarakat Lampung Barat yang memenuhi persyaratan, dengan biaya pendidikan yang ditanggung melalui program pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Parosil juga menyampaikan rencana pemberian apresiasi kepada anak-anak Lampung Barat yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri. Program tersebut, kata dia, ditujukan sebagai bentuk penghargaan sekaligus stimulus bagi siswa untuk meningkatkan prestasi akademiknya. Perguruan tinggi yang menjadi sasaran mencakup perguruan tinggi negeri seperti Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Lampung, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Islam Negeri dan perguruan tinggi negeri lainnya. Besaran bantuan masih dalam tahap pembahasan, namun diproyeksikan berada pada kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per mahasiswa.
Parosil menegaskan, berbagai program pendidikan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh pendidikan. Ia berharap dukungan pemerintah, sekolah, orang tua dan masyarakat dapat berjalan bersama sehingga semakin banyak anak-anak Lampung Barat yang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan pada akhirnya memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah. (*).










