PORTIB Cup XI Libatkan 32 Tim, Parosil Soroti Peran Olahraga Bangun Karakter dan Ekonomi

Kupasmedia.co – Turnamen sepak bola tidak hanya menjadi wadah untuk memperebutkan kemenangan di lapangan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun karakter, mempererat hubungan sosial, hingga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, saat membuka PORTIB Cup XI di Lapangan Bandasuka, Pekon Tribudisyukur, Kecamatan Kebun Tebu, Sabtu (31/10/2026).

Bupati yang akrab disapa Pak Cik itu menilai olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kontribusi besar dalam membentuk jati diri masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak seharusnya hanya diukur dari keberhasilan membangun infrastruktur seperti jalan, gedung sekolah, maupun fasilitas publik lainnya, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan karakter dan kualitas sumber daya manusia.

Parosil mengatakan, masyarakat yang memiliki kebiasaan berolahraga cenderung mempunyai pola pikir yang lebih sehat. Aktivitas olahraga juga dapat menjadi sarana positif untuk mengisi waktu, menyalurkan energi, serta membangun lingkungan sosial yang lebih produktif dan harmonis.

“Kalau orang suka berolahraga, saya haqqul yakin, pikirannya akan sehat, pikirannya tidak kotor. Akhirnya tercipta kedamaian, ketenangan, kreativitas dan inovasi,” kata Parosil.

Menurutnya, olahraga merupakan salah satu kegiatan yang dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga terhadap kondisi psikologis dan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, kegiatan olahraga seperti PORTIB Cup perlu terus didukung agar dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kebersamaan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang secara konsisten mempertahankan keberlangsungan turnamen tersebut. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, kata dia, memberikan perhatian terhadap kegiatan olahraga masyarakat karena memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar pertandingan untuk menentukan tim pemenang.

Parosil menyebut PORTIB Cup memiliki perjalanan panjang dan telah menjadi salah satu agenda olahraga yang dinantikan masyarakat, khususnya para pencinta sepak bola di sejumlah kecamatan. Jika dihitung berdasarkan penyelenggaraan setiap dua tahun sekali, turnamen tersebut telah memiliki perjalanan sekitar 22 tahun.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap PORTIB Cup tidak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Kebun Tebu, tetapi juga menjangkau sejumlah kecamatan lain, seperti Sumber Jaya, Gedung Surian, Air Hitam, dan Way Tenong. Hal itu menunjukkan bahwa sepak bola memiliki daya tarik tersendiri yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah.

Ia menegaskan, salah satu keistimewaan sepak bola adalah sifatnya yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun jabatan. Sepak bola dapat dinikmati oleh siapa saja, baik masyarakat biasa maupun mereka yang memiliki kedudukan tertentu.

“Sepak bola tidak memandang kelas. Orang sederhana senang nonton bola, yang punya jabatan juga senang. Bola bisa mengumpulkan banyak orang dalam silaturahmi,” ujarnya.

Lebih jauh, Parosil menilai penyelenggaraan turnamen sepak bola juga memberikan manfaat terhadap aktivitas perekonomian masyarakat. Kehadiran pemain, penonton, dan masyarakat dari berbagai pekon selama pertandingan berlangsung berpotensi menciptakan perputaran ekonomi, terutama bagi pedagang kecil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, kegiatan olahraga yang melibatkan banyak orang dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan. Para pedagang makanan, minuman, dan berbagai produk lokal dapat memanfaatkan keramaian turnamen sebagai peluang untuk mengembangkan usaha mereka.

“Dengan adanya sepak bola seperti ini, kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan khususnya bagi pelaku UMKM,” katanya.

Karena itu, ia berharap PORTIB Cup XI tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan dan kompetisi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar lokasi pertandingan. Keterlibatan pedagang, masyarakat, panitia, serta berbagai pihak lainnya dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan kegiatan tersebut.

Parosil juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga suasana pertandingan agar tetap kondusif, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengedepankan semangat persaudaraan. Menurutnya, keberhasilan sebuah turnamen tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga dari bagaimana seluruh pihak mampu menjaga kebersamaan selama kompetisi berlangsung.

Ia berharap PORTIB Cup XI dapat memperoleh apresiasi dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, penonton, pelaku UMKM, hingga seluruh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan dukungan bersama, turnamen ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

PORTIB Cup XI edisi tahun ini diikuti sebanyak 32 tim yang berasal dari berbagai pekon di Kabupaten Lampung Barat. Kompetisi dijadwalkan berlangsung selama tiga minggu dengan menggunakan sistem gugur, sehingga setiap tim dituntut menampilkan kemampuan terbaik untuk dapat melanjutkan pertandingan ke babak berikutnya.

Rangkaian pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan bola pertama ke arah gawang oleh Bupati Parosil Mabsus. Setelah seremoni tersebut, pertandingan perdana mempertemukan Radial FC melawan Sukapura FC sebagai awal dimulainya persaingan antartim dalam PORTIB Cup XI.

Melalui penyelenggaraan turnamen tersebut, PORTIB Cup diharapkan tidak hanya menjadi agenda kompetisi sepak bola yang berlangsung secara berkala, tetapi juga terus menjadi ruang pertemuan masyarakat, sarana pembinaan semangat olahraga, serta penggerak aktivitas ekonomi warga. Pesan yang ingin ditekankan Parosil, pembangunan daerah juga membutuhkan masyarakat yang sehat secara fisik, memiliki pikiran positif, dan mampu menjaga persatuan melalui kegiatan-kegiatan produktif. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *