Kupasmedia.co – Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Barat menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran Tahun 2026. Kesiapan ini dilakukan menyusul prediksi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri, terutama di wilayah yang menjadi jalur lintas antar daerah dan tujuan wisata.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Barat, Wahyudi Heru Iskandar, didampingi Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan, Sukardi, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dan evaluasi bersama sejumlah instansi terkait. Dari hasil evaluasi tersebut, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran.
“Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada H+3 hingga H+5 Lebaran. Pada periode tersebut, volume kendaraan dipastikan meningkat signifikan, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang melintasi wilayah Lampung Barat,” kata dia, Selasa (3/3/2026).
Sebagai daerah yang dikenal memiliki destinasi wisata serta menjadi penghubung antarwilayah, Lampung Barat diperkirakan akan mengalami lonjakan kendaraan di sejumlah titik. Kawasan pusat kota Liwa, jalur wisata, pasar tradisional, hingga akses menuju objek wisata menjadi fokus utama pengawasan.
Untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, Dishub Lampung Barat telah melakukan pemetaan titik-titik rawan. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain kawasan Pasar Liwa, jalur menuju objek wisata, lokasi kegiatan adat seperti Sakura, serta titik pertemuan arus kendaraan antar kecamatan.
Sebagai langkah konkret, Dishub bersama instansi terkait menyiagakan personel di titik-titik strategis. Penempatan petugas dilakukan bersama unsur kepolisian, Satpol PP, dan instansi lainnya guna memastikan arus lalu lintas tetap terkendali saat volume kendaraan meningkat.
Selain itu, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional apabila terjadi kepadatan kendaraan. Dishub juga memasang rambu-rambu sementara serta spanduk imbauan keselamatan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan selama periode mudik dan balik Lebaran.
“Koordinasi intensif juga dilakukan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026. Dishub Lampung Barat terus bersinergi dengan Polres, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya guna menciptakan kelancaran dan keselamatan lalu lintas,” sambungnya.
Tak hanya itu, pengawasan terhadap kendaraan yang parkir sembarangan juga diperketat. Langkah ini dilakukan karena parkir liar kerap menjadi penyebab utama kemacetan, khususnya di kawasan pusat aktivitas masyarakat.
Dalam rangka menjamin keselamatan penumpang, Dishub Lampung Barat telah melaksanakan ramp check terhadap angkutan umum. Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi, sistem pengereman, kondisi lampu, ban, hingga peralatan keselamatan kendaraan.
Kendaraan angkutan umum yang tidak memenuhi persyaratan teknis dipastikan tidak diperkenankan beroperasi sebelum dilakukan perbaikan. Kebijakan ini diambil untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman.
Dishub juga melakukan pengawasan ketat terhadap tarif angkutan umum selama periode mudik Lebaran. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kenaikan tarif yang tidak wajar dan merugikan masyarakat.
Selain pengawasan tarif, koordinasi dengan pengusaha dan pengemudi angkutan umum terus dilakukan. Tujuannya agar pelayanan transportasi tetap aman, nyaman, tertib, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk mendukung kenyamanan pemudik, Dishub Lampung Barat menyiapkan posko pengamanan dan pelayanan terpadu di empat titik strategis, yakni Tugu Liwa, Sukau, Sumberjaya, dan Sekincau. Posko ini terintegrasi dengan unsur TNI, Polri, serta instansi lainnya.
Posko tersebut berfungsi sebagai pusat informasi, layanan pengaduan, dan pemantauan kondisi lalu lintas secara real time. Petugas disiagakan selama 24 jam secara bergiliran untuk membantu pemudik yang mengalami kendala di perjalanan.
Dishub Lampung Barat juga mengimbau masyarakat agar memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum berangkat, mematuhi rambu dan arahan petugas, serta tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah.
“Dengan perencanaan perjalanan yang baik dan sinergi semua pihak, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Lampung Barat dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan membahagiakan,” pungkasnya. (*).










