Tradisi Sekura Cakak Buah Kembali Digelar, Sejumlah Pekon di Lampung Barat Sudah Tetapkan Jadwal

Kupasmedia.co – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mulai mematangkan persiapan pelaksanaan pesta budaya Sekura Cakak Buah yang akan digelar bertepatan dengan momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Sejumlah pekon telah lebih dahulu menetapkan jadwal pelaksanaan tradisi tahunan tersebut yang akan dimulai pada 1 Syawal mendatang.

Melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), pemerintah daerah mencatat bahwa hingga saat ini beberapa pekon di sejumlah kecamatan telah memastikan kesiapan menjadi lokasi penyelenggaraan Sekura Cakak Buah. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring mendekati Hari Raya Idulfitri.

Kepala Disporapar Lampung Barat, Bernaria, melalui Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif, Riady Andrianto, mengatakan pendataan lokasi pelaksanaan Sekura Cakak Buah masih terus berlangsung. Menurutnya, antusiasme pekon untuk kembali menggelar tradisi budaya ini cukup tinggi.

“Sejumlah pekon sudah menyampaikan jadwal resmi pelaksanaan Sekura Cakak Buah kepada kami. Namun biasanya masih akan ada pekon lain yang menyusul hingga menjelang Lebaran,” kata Riady saat diminta keterangan via sambungan WhatsAp, Selasa (3/3/2026).

Berdasarkan data sementara Disporapar, pelaksanaan Sekura Cakak Buah dimulai pada 2 Syawal 1447 Hijriah. Pada hari tersebut, kegiatan dijadwalkan berlangsung di Pekon Padang Dalom dan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit.

Selain itu, pada 2 Syawal, Sekura Cakak Buah juga akan digelar di Pekon Sinar Jaya Muara Jaya II, Kecamatan Kebun Tebu, serta Pekon Kenali yang berada di Kecamatan Belalau.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada 3 Syawal yang dipusatkan di Pekon Padang Cahya, Way Empulau Ulu, dan Pelita Jaya Bahwai di Kecamatan Balik Bukit. Pada hari yang sama, Sekura Cakak Buah juga dijadwalkan berlangsung di Pekon Kota Besi, Kecamatan Batu Brak.

Selanjutnya, pada 4 Syawal, pesta budaya Sekura Cakak Buah akan digelar di sejumlah pekon, yakni Pekon Sukarami, Sebarus, dan Gunung Sugih di Kecamatan Balik Bukit.

Masih pada 4 Syawal, kegiatan serupa juga akan berlangsung di Pekon Luas yang berada di Kecamatan Batu Ketulis, serta Pekon Pekon Balak di Kecamatan Batu Brak.

Sementara itu, pada 5 Syawal, Sekura Cakak Buah dijadwalkan digelar di Pekon Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, dan Pekon Bakhu yang berada di Kecamatan Batu Ketulis. Selain dua lokasi tersebut, pada 5 Syawal juga tercatat Pekon Umbulloh di Kecamatan Balik Bukit akan turut melaksanakan tradisi Sekura Cakak Buah.

Sebagai penutup, rangkaian pesta budaya ini akan digelar pada 6 Syawal 1447 Hijriah, beberapa pekon yang sudah menetapkan jadwal diantaranya, Pekon Canggu, Kecamatan Batu Brak, serta Pekon Wates Kecamatan Balik Bukit, namun jumlah tersebut berpotensi masih bisa bertambah.

Riady menjelaskan, Sekura Cakak Buah merupakan tradisi khas Lampung Barat yang memiliki nilai historis dan sosial yang kuat. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat serta wujud pelestarian adat dan budaya warisan leluhur.

Selain nilai budaya, kegiatan ini juga memiliki daya tarik wisata yang cukup besar. Setiap tahunnya, Sekura Cakak Buah mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah untuk datang dan menyaksikan langsung perayaan tersebut.

Pemerintah daerah pun mendorong agar pelaksanaan Sekura Cakak Buah di setiap pekon dapat berlangsung tertib, aman, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat. Koordinasi dengan aparat pekon dan unsur terkait terus dilakukan.

Disporapar juga mengimbau panitia pelaksana di tingkat pekon untuk memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan pengunjung. Hal ini penting guna menjaga citra positif Lampung Barat sebagai daerah tujuan wisata budaya.

“Melalui Sekura Cakak Buah, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan,” ujar Riady.

Pemerintah Lampung Barat berharap, pelaksanaan Sekura Cakak Buah 1447 Hijriah dapat berlangsung lebih semarak dibanding tahun sebelumnya. Tradisi ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke Lampung Barat. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *