Kupasmedia.co – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (DPP LPM) Republik Indonesia. Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menerima LPM Award 2026 kategori Dukungan terhadap Pemberdayaan Masyarakat Desa Mandiri Indonesia Maju.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 LPM RI, pengukuhan Pengurus DPP LPM RI periode 2026–2031, serta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LPM RI yang berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung, Jumat (7/8/2026).
Ketua Umum DPP LPM RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Parosil di hadapan peserta Rakernas. Kegiatan itu turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang dinilai memiliki komitmen dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, sekaligus membangun kerja sama dengan LPM untuk memperkuat peran masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Dalam kesempatan tersebut, Parosil menerima penghargaan bukan hanya dalam kapasitasnya sebagai Bupati Lampung Barat, tetapi juga sebagai Ketua DPD LPM Kabupaten Lampung Barat. Ia hadir bersama Sekretaris dan Bendahara DPD LPM Lampung Barat serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Lampung Barat.
Pemberian penghargaan ini sebelumnya telah disampaikan DPP LPM RI melalui surat bernomor 048/A/DPP-LPM/VII/2026 tertanggal 20 Juli 2026. Melalui surat tersebut, Bupati Lampung Barat diundang untuk menghadiri rangkaian kegiatan sekaligus menerima penghargaan atas dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat desa.
Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap upaya pemberdayaan yang dilakukan melalui kerja bersama antara pemerintah daerah, LPM, pemerintah pekon, dan masyarakat. Pembangunan desa dinilai tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari proses pembangunan.
Parosil mengatakan penghargaan yang diterimanya bukan merupakan pencapaian pribadi maupun pemerintah daerah semata. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja kolektif berbagai unsur yang selama ini terlibat dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Lampung Barat.
“Penghargaan ini bukan milik saya pribadi ataupun pemerintah daerah semata. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen, mulai dari LPM, aparatur pekon hingga masyarakat yang selama ini bergotong royong membangun Lampung Barat,” ujar Parosil.
Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan berbagai program pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat secara langsung. Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat di tingkat desa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari desa yang kuat dan masyarakat yang berdaya,” imbuhnya.
Menurut Parosil, pemberdayaan masyarakat akan tetap menjadi salah satu fokus pembangunan di Kabupaten Lampung Barat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat agar memiliki kapasitas dan kemampuan yang semakin baik dalam mengelola potensi yang dimiliki di masing-masing pekon.
Upaya tersebut juga akan dilakukan melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan LPM di setiap pekon. Sinergi tersebut diharapkan dapat memastikan berbagai program pemberdayaan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat.
Parosil mengatakan pemerintah daerah ingin agar pemberdayaan masyarakat diarahkan pada hasil yang dapat dirasakan secara langsung, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan. Dengan masyarakat yang semakin mampu mengelola potensi desa, pembangunan di tingkat pekon diharapkan dapat bergerak lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat sinergi. Ke depan kami ingin memastikan setiap program pemberdayaan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan melahirkan desa-desa yang semakin mandiri, maju, dan berdaya saing,” pungkasnya. (*).










